Jurnal Abditani http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani <p style="text-align: justify;">Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakan hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan 1 tahun 2 kali yaitu pada bulan April dan Oktober</p> FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT en-US Jurnal Abditani 2622-4682 PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SANGURARA DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DAN KEMANDIRIAN PETANI DI DESA TULO KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/287 <p><em>Ketersediaan potensi lokal di desa sering kali tidak termanfaatkan dengan baik. Desa Tulo di kabupaten Sigi memiliki potensi lokal yang cukup melimpah yang dapat dijadikan pupuk organik dan pestisida nabati. Lewat PKM pemberdayaan kelompok tani Sangurara dengan penerapan teknologi tepat guna sebagai upaya pengembangan potensi lokal dan kemandirian petani di desa Tulo kabupaten Sigi, memberikan pemahaman dan keterampilan kepada petani mitra dalam memanfaatkan limbah pertanian dan kotoran ternak menjadi pupuk yang bernilai ekonomi serta memanfaatkan tanaman-tanaman potensial disekitar mitra untuk dijadikan pestisida nabati, serta keterampilan membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik. Pendekatan digunakan adalah metode PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan melibatkan mitra secara menyeluruh mulai dari studi awal, pelatihan dan bimbingan teknis serta demplot untuk meningkatkan keterampilan membuat pupuk organik dan pestisida nabati. Selain itu mitra juga dibekali keterampilan dalam pembuatan formulasi MOL. Ceramah, diskusi, tanya jawab untuk materi dasar tentang pemanfaatan limbah pertanian, jenis-jenis pupuk, pestisida nabati, manfaat mikroorganisme lokal (Trichoderma), dampak samping penggunaan pupuk dan pestisida sintetis dan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Hasil telah dicapai adalah 1. Adanya peningkatan pemahaman petani mitra kelompok tani Sangurara terkait pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan 2. Terjadi peningkatan keterampilan membuat pupuk organik padat dan cair dari limbah pertanian dan kotoran ternak serta pestisida nabati dari tanaman disekitar mitra tani. 3. Terjadi peningkatan keterampilan membuat formula berbahan mikroba lokal (MOL) yang dimiliki oleh kelompok mitra tani, dan&nbsp; 4. Tersedia pupuk organik padat dan cair serta pestisida nabati berbagai ukuran kemasan dan kualitas yang baik di tingkat petani mitra.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> Kasman Jaya Ratnawati Marjun Sri Sudewi Arfan Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 102 108 10.31970/abditani.v6i2.287 PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN TELUR ASIN HERBAL SEBAGAI PRODUK DIVERSIFIKASI PANGAN ASAL TELUR ITIK DI DUSUN CIHATEUP KABUPATEN TASIKMALAYA http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/238 <p>Dusun Cihateup merupakan tempat proses domestikasi ternak itik Cihateup sebagai ternak lokal khas Tasikmalaya Jawa Barat. Ketersediaan telur itik di Dusun Cihateup cukup melimpah dimana setiap harinya dapat menghasilkan lebih dari 500 butir telur. Harga jual telur itik relatif rendah yaitu sebesar Rp 2.000,00 per butirnya. Daya tahan telur itik segar yang rendah dapat ditingkatkan dengan cara diolah melalui proses diversifikasi pangan agar daya tahan telur semakin meningkat dan menghasilkan nilai jual yang tinggi. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan melakukan pengolahan telur itik segar menjadi telur asin herbal untuk meningkatkan daya tahan telur, meningkatkan harga jual telur, serta menghasilkan sifat fungsional pada produk telur asin herbal untuk meningkatkan imunitas masyarakat pasca Pandemi Covid-19. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan nilai tambah dan daya tahan telur itik Cihateup, serta meningkatkan keterampilan masyarakat Dusun Cihateup dalam mengolah telur asin herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2022 di Dusun Cihateup, Desa Sukanagalih, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Metode pelaksanaan program terdiri atas penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada warga masyarakat di Dusun Cihateup, anggota kelompok ternak “Kelompok Megar Bebek Cihateup”, dan anggota Badan Usaha Milik Desa “Berdikari”. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat melalui pengolahan telur asin herbal.</p> Andri Kusmayadi Ristini Siti Sundari Yusuf Sumaryana Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 109 112 10.31970/abditani.v6i2.238 PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DALAM UPAYA MENCAPAI SDG ZERO HUNGER DI DESA CILEUNYI KULON KABUPATEN BANDUNG http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/269 <p>Sustainable Development Goals (SDGs) number 2 is "zero hunger," among the targets mentioned in the SDGs document are stunting prevention and sustainable agriculture. One of the causes of stunting is the lack of nutrition, especially foods that contain iron and zinc, which come from green vegetables. The community service carried out by the Team of the International Relations Study Program at Padjadjaran University integrates these targets by encouraging the village residents to process organic waste as fertilizer and grow vegetables organically. The community service carried out in the RW 22 Cileunyi Kulon Village in the form of assistance and consultation for the village residents so that they are consistent in processing organic waste and growing vegetables that are sources of iron and zinc. In this activity, the team conducted interviews and dialogue with the village residents (who had previously received education on processing organic waste and tools for organic farming) to evaluate their activities so far. Thus, the method used is PRA (Participatory Rural Appraisal), in which the team acts as a facilitator, and residents carry out the activities independently. The findings from this assistance are that consistent residents have strong motivation regarding the benefits of processing organic waste and growing organic vegetables.</p> Dina Yulianti Arry Bainus Deasy Silvya Sari Savitri Aditiany Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 113 118 10.31970/abditani.v6i2.269 PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH SISA SAYUR DAN BUAH MENJADI ECO-ENZYME http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/251 <p>Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan terbesar saat ini. Sampah organik yang banyak dijumpai antara lain adalah sisa sayur dan buah yang terbuang dalam proses penyiapan sebelum konsumsi. Salah satu alternatif pengolahannya adalah dengan pembuatan eco-enzyme. Pembuatan produk sangat sederhana dengan mencampurkan sampah sisa sayur dan buah ini dengan air dan gula lalu difermentasikan selama tiga bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Santa Maria bertujuan untuk memberikan pengetahuan melalui pemaparan di kelas dan praktek langsung pengolahan sampah organik menjadi produk bermanfaat yaitu eco-enzyme. Peserta kegiatan pelatihan pembuatan <em>eco-enzyme</em> antusias dalam mengikuti kegiatan dan tertarik untuk mengetahui mengenai pembuatan dan pemanfaatan <em>eco-enzyme </em>yang mendukung program sekolah dalam pengelolaan sampah mandiri.</p> Laurentia Henrieta Permita Sari Purba Yoga Angkawijaya Kristiawan Kristisarah Pirena Angelica Nugroho Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 119 123 10.31970/abditani.v6i2.251 DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH HIAS DAN SAYURAN KOMERSIL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM LOKAL DI DESA KUTAAMPEL KEC. BATUJAYA, KAB. KARAWANG JAWA BARAT http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/237 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi adanya permasalahan lingkungan yang berasal dari limbah sekam padi, serabut kelapa, dan gulma eceng gondok yang belum dimanfaatkan secara optimal, pemanfaatan limbah sekam padi, serabut kelapa, dan ecenggondok dalam upaya pelestarian dan pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Pemanfaatan sekam padi, serabut kelapa, dan eceng gondok tersebut bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian , dimana Sistem pertanian berkelanjutan ditujukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan, mempertahankan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan stabilitas dan kualitas kehidupan masyarakat di pedesaan. Libah pertanian tersebut selain untuk subtitusi media tumbuh jamur merang juga dapat menjadi pupuk organik bagi tanaman sayuran. Hal ini sesuai dengan usaha tani yang dilakukan BUMDes dan Koperasi Desa Kutaampel yang dimana membina petani dalam usaha taninya. Pelatihan dilakukan melalui tutorial, simulasi, praktek dan pendampingan. Hasil yang diperoleh adalah Kegiatan PKM mampu memberikan perubahan Prilaku, Sikap dan Keterampilan para peserta yang berasal dari Desa Kutaampel Kec. Batujaya Kab. Karawang Provinsi Jawa Barat dalam memanfaatkan limbah pertanian (sekam padi, serabut kelapa, dan gulma eceng gondok), menjadi sumber pendapatan usaha Tani dan UMKMnya seperti WOGKA, Pupuk Organik TERCINTA dan MAGONIKA.</p> Rommy Laksono Gina Lova Sari Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 124 128 PENERAPAN TEKNOLOGI MITIGASI IKLIM KOLABORASI SEKTOR PERTANIAN DAN KEHUTANAN GUNA REALISASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI KAWASAN TELUK TOMINI http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/277 <p>Target penurunan emisi GRK Indonesia dengan kemampuan sendiri pada Updated NDC (UNDC) sebesar 29% meningkat ke 31,89% pada ENDC, sedangkan target dengan dukungan internasional pada UNDC sebesar 41% meningkat ke 43,20% pada ENDC. Upaya mitigasi difokuskan pada sektor pertanian dan kehutanan sebagai sumber mekanisme <em>carbon sink</em>, pencegahan deforestasi dan degdrasi hutan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian KKN MBKM&nbsp; di desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus 2023. Jumlah mahasiswa yang terlibat berjumlah 11 mahasiswa dari program studi Agroteknologi Faperta UNG dibawah bimbingan 3 dosen pembimbing lapangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa pelatihan yang bersifat partisipatif kegiatannya berupa penyuluhan, pelatihan, dan bimbingan teknis. Bentuk program yang dilaksanakan meliputi program mitigasi iklim sektor pertanian berupa kegiatan pembuatan biopori dan biopestisida. Program mitigasi iklim sektor kehutanan berupa kegiatan agroforestri. Hasil yang dicapai berupa teknik biopori yang dilaksanakan bermanfaat bagi kondisi lingkungan setempat dengan indikasi minimnya genangan air serta tanah di pekarangan petani tidak mudah mengalami kekeringan. Biopestisida&nbsp; yang dihasilkan mampu dibuat secara mandiri oleh masyarakat karena bahan baku yang mudah diperoleh serta teknik pembuatan maupun aplikasi ke tanaman bisa diaplikasikan secara langsung. Sistem agroforestri ketapang dan cabe mampu meningkatkan potensi hasil cabe walaupun dengan skala rumah tangga yang ke depannya untuk kebutuhan lumbung hidup masyarakat setempat. Terselenggaranya aksi mitigasi iklim di sektor pertanian dan kehutanan di desa Bintalahe ini menjadi standar untuk pengembangan kegiatan aksi mitigasi iklim tingkat tapak</p> Wawan Pembengo Sutrisno Hadi Purnomo Yunnita Rahim Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 129 137 PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DALAM PEMBUATAN KOMPOS UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/240 <p>Bertambahnya jumlah penduduk serta berkembangnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat mengakibatkan peningkatan volume sampah yang dihasilkan. Jenis dan karakteristik sampah juga semakin beragam. Dampak yang ditimbulkan oleh sampah diantaranya adalah bau tidak sedap, lalat berterbangan, dan pencemaran lingkungan. Sampah dapat menimbulkan permasalahan apabila tidak seimbangnya antara produksi sampah dengan pengelolaannya. Untuk mengatasi timbunan sampah dapat dilakukan dengan mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk organik. Kompos adalah pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas dan kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Kelompok Wanita Tani sama dengan kelompok tani yang membedakan anggotanya perempuan, yang melaksanakan usaha dibidang pertanian seperti pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayur, buah, pembibitan, dan juga tanaman obat serta ada juga yang ikut keladang untuk bercocok tanam. Maka diperlukan edukasi bagi kelompok wanita tani untuk dapat mengelola sampah rumah tangganya agar meminimalisir timbulan sampah dan kegiatan pembakaran di lingkungan tempat tinggalnya untuk mengurangi efek lingkungan dan kesehatan dari akibat pembakaran sampah dan menumpuknya sampah di lingkungan tempat tinggal, dan memanfaatkan kompos tersebut dalam aktivitas bercocok tanam. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan dan praktik pembuatan kompos bersama kelompok wanita tani Sinar Pagi, Kecamatan Lubuk Alung, Sumatera Barat. Diharapkan dari kegiatan ini kelompok wanita tani dapat mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos secara mandiri &nbsp;dan beralih menggunakan pupuk organik daripada penggunaan pupuk anorganik.</p> Fea Firdani Azyyati Ridha Alfian Hendra Saputra Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 138 143 10.31970/abditani.v6i2.240 PENGENALAN BUDIDAYA MAGGOT PADA PETERNAK SAPI DI DESA SUMBERSARI, LOA KULU KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/233 <p>Maggot atau awam mengenal dengan larva lalat tentara hitam/Black Soldier Fly (BSF), akhir-akhir ini menjadi primadona masyarakat. Budidaya maggot sangat mudah, dengan hanya menggunakan substrat limbah organik atau berupa limbah dari peternakan hewan misalnya kotoran sapi, budidaya maggot sudah dapat dilakukan. Namun demikian, bagi sebagian kelompok masyarakat, khususnya peternak sapi di wilayah Desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pengetahuan mengenai budidaya maggot dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai substrat belum pernah diketahui. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan budidaya maggot kepada anggota peternak sapi di desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Kegiatan diikuti oleh 15 orang peternak sapi yang merupakan mitra dari PT Berkah Salama Jaya, Sentral Penggemukan Sapi. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan, persiapan dan pelaksanaan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan ceramah, praktek dan diskusi. Hasil pengabdian ini ada beberapa peserta yang memulai budidaya maggot untuk mengoptimalkan peternakan sapi yang telah ada. Dengan kegiatan ini maka peternak sapi di wilayah desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mendapatkan pengetahuan baru mengenai budidaya maggot dan prospek untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.</p> Retno Aryani Rudy Nugroho Hetty Manurung Ari Sanjaya Didit Suprihanto Wulan Sari Yanti Sari Rudianto Rudianto Widha Prahastika Nurul Fadila Iyut Toimsar Christiano Jhonson Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 144 148 10.31970/abditani.v6i2.233 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGOLAH PANGAN LOKAL SAGU MELALUI PENINGKATAN PRODUKSI, HIGIENITAS DAN PEMASARAN DI KELURAHAN WOITOMBO KECAMATAN MOWEWE KABUPATEN KOLAKA TIMUR http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/291 <p>Potensi tanaman sagu yang belum dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi. Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Sumaku Ndabeta terletak pada bidang produksi dan bidang pemasaran, sedangkan permasalahan yang dialami oleh Kelompok Dasawisma terletak pada bidang manajemen dan pendidikan terkait ilmu pengetahun untuk memanfaatkan potensi pangan lokasl sagu yang memiliki peluang usaha. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menerapkan hasil-hasil riset dari tim pendamping dan tim pelaksana, yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan pemanfaatan potensi sumberdaya alam sagu tersebut. Hasil riset yang akan diterapkan kepada mitra sasaran pertama adalah hasil rekayasa teknologi berupa rumah produksi sagu skala kecil, mesin penggiling dan pemeras sagu, pembuatan sumur bor dan penyediaan wadah sebagai sumber air yang digunakan dalam proses pengolahan sagu secara higienis, dan ilmpu pengetahuan terkait pemasaran. Hasil riset yang akan diterapkan kepada mitra sasaran kedua adalah teknologi inovasi diversifikasi produk yaitu pembuatan biskuit sagu, dan ilmu pengetahuan terkait strategi pemasaran. Solusi terhadap permasalahan mitra yang diberikan dengan pendekatan holistik berbasis riset multidisplin yaitu dengan melakukan pelatihan dan bimbingan teknis. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan produktivitas dan pendapatan kelompok masyarakat yang telah produktif dan menjadikan kelompok masyarakat yang non produktif menjadi produktif, khususnya dari sisi ekonomi.</p> Nursalam Helviani Agusriyadin Ansharullah Azhar Bafadal Tamrin Annisah Amaliah Taswin Aminah Sagista Fikram Sain Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-29 2023-10-29 6 2 149 156 10.31970/abditani.v6i2.291 PENINGKATAN UMKM MASYARAKAT PENGRAJIN GULA NIRA DI DESA SAMBIHARJO MELALUI PENGOLAHAN GULA NIRA MENJADI GULA CAIR http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/226 <p>Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan sarana kegiatan pembelajaran non-formal sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan tujuan untuk mengembangkan UMKM masyarakat Desa Sambiharjo yang berprofesi sebagai pengrajin gula nira, dengan cara mengadakan edukasi dan praktek pengolahan gula nira menjadi gula cair. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menarik partisipasi masyarakat melalui pengembangan olahan gula nira dengan inovasi baru berupa gula cair. Masyarakat Desa Sambiharjo menyambut kegiatan dengan baik melalui keikutsertaan serta aktif selama kegiatan pengolahan gula nira menjadi gula cair berlangsung. Kelompok mita berkontribusi aktif dalam membantu menyiapkan kegiatan, termasuk mengundang pembicara yang telah ahli di bidang olahan gula nira. Dampak dari kegiatan pengolahan gula nira menjadi gula cair ini adalah mampu meningkatkan minat masyarakat dalam berinovasi dan menciptakan olahan baru dari gula nira untuk meningkatkan potensi Desa Sambiharjo. Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat pengrajin gula nira di Desa Sambiharjo dapat menambah wawasan mengenai pengolahan gula nira menjadi gula cair, meningkatkan peluang ekonomi Desa Sambiharjo, dan meningkatkan keterampilan dalam olahan gula nira.</p> Sri Yuliani Adam Muchammad Burhanuddin Alfi Mauizah Hasanah Anak Agung Wacik Dipa Wibisana Audrey Ramadhina Rachmawanto Garnis Kusuma Nur Fitri Nur Uswatun Khasanah Putik Anandita Astari Nur Thoybah Widia Nur Hayati Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 157 161 10.31970/abditani.v6i2.226 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOLABORATIF BERSAMA KOMUNITAS ECO ENZYME NUSANTARA MELALUI PEMBUATAN ECO ENZYME SEBAGAI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/225 <p>Indonesia adalah satu negara terpadat di dunia. Jumlah penduduk yang besar akan mempengaruhi jumlah sampah. Sampah adalah sisa limbah dari produk dan barang yang sudah tidak terpakai lagi, tetapi dapat didaur ulang menjadi barang berharga. Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari sisa organisme yang dapat dengan mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah pengelolaan sampah organik yang lebih efektif yaitu dengan membuatnya menjadi Eco Enzyme. Hal ini dengan melakukan pembuatan Eco Enzyme di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember yang bertujuan mengurangi sampah dapur dan menjadikannya pupuk tanaman dan obat PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Metode pemberdayaan yang dilakukan dalam pembuatan Eco Enzyme ini yaitu sosialisasi, demonstrasi dan pendampingan. Hasil pemberdayaan yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember dalam pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme sangat bermanfaat sekali khususnya dalam mengurangi resiko negatif dari sampah dan sebagai upaya pencegahan dalam penyebaran penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).</p> Rachmat Udhi Prabowo Kuni Zu’aimah B Afrida Wardani Habibie Z.F Geenza Devis F Jasmine A.S Fika Firdaus Miftahul Z Purwanto Dwi Sinta M Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 162 165 10.31970/abditani.v6i2.225 MODEL PENGEMBANGAN USAHA PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGOLAH GULA AREN MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN GULA AREN DI DESA LAMONDAPE KECAMATAN POLINGGONA KABUPATEN KOLAKA http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/292 <p>Potensi ekonomi produktiv di Desa Lamondape ditopang oleh kehadiran kelompok usaha ekonomi salah satunya adalah kelompok usaha gula Aren ‘Guren Lamondape’ merupakan mitra kelompok produktif secara ekonomi. Aktifitas produksi gula aren pada kelompok usaha bahan baku pembuatan gula aren tersedia pada masing-masing anggota kelompok usaha. Pembuatan gula aren membuka peluang usaha yang menjanjikan keuntungan dan layak untuk dikembangkan jika, dikelola dengan baik dan terus-menerus secara profesional serta didukung dengan teknologi pengolahan dan teknologi pemasarannya. Permasalahan kelompok pengolah gula aren yaitu pada bidang produksi dan pemasaran. Kegiatan pemberdayaan Kosabangsa melakukan pelatihan dan pendampingan terkait model pengembangan usaha melalui diversifikasi produk. Hal ini dapat memberikan dampak peningkatan ketrampilan dan pengetahuan tentang upaya memberikan nilai tambah produk gula aren yaitu membuat gula semut aren. Sehaingga keberlanjutan dari kegaitan ini dapat berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha gula aren sebagai pengembangan Produk Unggulan Desa (PUD) khususnya untuk komoditi aren dan produk olahan gula aren.</p> Yuli Purbaningsih Irsan Rahman Neks Triani Syahdar Baba Muhammad Ihsan Andi Dagong Hasrin Zulkhar Naim Aulia Uswa Noor Khasanah Arizal Hatam Muhammad Rizal Gustia Rahmat Ari. F Ikra Aminah Sagista La Sisi Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 166 171 10.31970/abditani.v6i2.292 PENINGKATAN KAPASITAS DAN PENGUATAN USAHA PEMASARAN IKAN DI KELOMPOK PENJUAL IKAN DI KOTA KUPANG http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/228 <p>Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk membantu penjual ikan dalam menyediakan alat untuk menjual ikan yang memadai sehingga kelompok bisa berjualan dengan baik dan ketika selesai berjualan tidak merusak pemandangan dengan ketidakteraturan meja yang tidak memadai, menciptakan dan meningkatkan kualitas pemasaran ikan yang mereka pasaran sehingga hasil yang mereka dapat lebih meningkat serta membuat produk olahan selain&nbsp;&nbsp; ikan yang mereka pasaran sehingga apabila ikan mereka jual tidak laku bisa mereka olah sehingga dapat menambah hasil pendapatan dan kualitas ikan mereka tetap segar. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan dalam kegiatan ini.Dengan pendekatan ini masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaanya. Tahapan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang pemetaan potensi dan rantai produksi hasil perikanan, Pelatihan pengolahan hasil perikanan serta pemasaran produk dan pemberian bantuan berupa meja untuk tempat berjualan ikan Peningkatan keberdayaan dan kapasitas dapat dilihat melalui meningkatnya jumlah ikan yang dijual. Produk olahan ikan dengan menggunakan jenis ikan yang kurang laku dan sudah tidak segar mampu meningkatkan nilai tambah ikan dan berpotensi menjadi produk olahan ikan unggulan di Kupang.</p> Joi Alfreddi Surbakti Ida Ayu Lochana Dewi Naharuddin Sri Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 172 175 10.31970/abditani.v6i2.228 PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN PETANI TERHADAP PUPUK http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/221 <p> </p> <p>Pupuk merupakan kebutuhan primer suatu tanaman untuk pertumbuhan dan produktivitasnya. Kebiasaan penggunaan pupuk anorganik memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan pengurangan subsidi terhadap pupuk sehingga perlu kemandirian petani untuk memproduksi sendiri pupuk organik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membimbing dan melatih petani untuk terampil dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati sehingga tidak bergantung pada pupuk dan pestisida yang dibeli di pasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan dimana peserta melaksanakan seluruh proses dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan organik yang mudah diperoleh dan terdapat di wilayah setempat. Pada kegiatan ini dihasilkan pupuk organik (kompos dan pupuk organik cair) dan pestisida nabati. Peserta dapat menyebutkan bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya.</p> Milawati Lalla Rahmisyari Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 176 180 10.31970/abditani.v6i2.221 PENDAMPINGAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PASCA PANEN DAN MANAGEMEN USAHA PERTANIAN DI KAMPUNG BOGOR KABUPATEN MANOKWARI http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/217 <p>Kampung Bogor di Kabupaten Manokwari&nbsp; Papua Barat merupakan daerah binaan Universitas Papua yang memiliki potensi pertanian teristimewa tanaman pisang dan singkong.&nbsp; Peruntukkan tanaman pisang dan singkong lebih banyak diperuntukkan untuk dijual dalam bentuk mentah dibandingkan dikonsumsi.&nbsp; Kelebihan produksi tanaman pisang dan singkong tanpa diimbangi dengan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam penanganan pasca panen menyebabkan &nbsp;permasalahan melimpahnya produk pertanian yang busuk dan terbuang.&nbsp; Situasi ini menjadi hal yang dilihat oleh tim Faperta Unipa untuk memberikan pendampingan.&nbsp; Tujuan pendampingan tim Faperta Unipa adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang penanganan pasca panen produk pertanian, dan managemen usaha produksi pertanian.&nbsp; Hasil pendampingan memberikan hasil bahwa, masyarakat telah memahami proses pembuatan kripik pisang dan kripik singkong, serta bersedia untuk mencoba usaha kripik dengan melibatkan anggota keluarga untuk bekerja sama.</p> Yolanda Holle Amestina Matualage Ardha Puspitha Umi Yuminarti Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 181 184 10.31970/abditani.v6i2.217 PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN MICROGREEN HIDROPONIK WICK SYSTEM DI SD N 2 KEDUNGRANDU KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/222 <p>Desa Kedungrandu merupakan sebuah Desa yang berada di wilayah Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. <em>Microgreens</em> hidroponik <em>wick system</em> merupakan teknik budidaya tanaman dengan menumbuhkan benih tanaman sayuran berumur pendek menggunakan <em>wick system</em>. Upaya meningkatkan pengetahuan melalui edukasi pelatihan khususnya pada tanaman sayuran bayam. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkam ketrampilan dan mengedukasi siswa/siswi sekolah dasar tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui pelatihan budidaya sayuran secara <em>microgreens</em> hidroponik <em>system wick</em>. Kegiatan ini di mulai dengan kegiatan (survei lokasi, permohonan ijin, pengurusan administrasi, persiapan alat dan bahan serta akomodasi) di SD N 2 Kedungrandu Kabupaten Banyumas pada tanggal 29 Agustus 2022 hingga pelaksanaan pelatihan (budidaya <em>microgreens </em>secara hidroponik <em>wick system, </em>sesi diskusi dan tanya jawab saat materi kepada siswa yang telah mempraktikan dan menumbuhkembangkan tanaman <em>microgreens</em> hidroponik <em>wick system</em> karena turut serta berpartisipasi aktif membangun ilmu pengetahuan dan edukasi untuk membangun karakter siswa yang telah disampaikan saat pelatihan) pada 13 September 2022. Pendampingan dan monitoring dilakukan 23 September 2022 dimana para siswa turut berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab setelah tanaman tumbuh dan dapat dipanen dengan baik. Kegiatan pelatihan berjalan lancar dan terlaksana dengan baik. Para peserta berperan akif dan antusias dan diharapkan tetap menjalin kerjasama serta mengadakan pelatihan untuk budidaya hidroponik dengan metode lainnya guna menambah ilmu pengetahuan dalam bidang sains dan pemanfaatan lahan sempit sebagai projek penguatan karakter profil pelajar pancasila</p> Victor Bintang Panunggul Suwali Afif Hendri Putranto Ayu Sitanini1 Alfiatun Nur Fitria Lingga Arti Saputra Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 185 194 10.31970/abditani.v6i2.222 PENGENALAN PUPUK HAYATI PADA MEDIA TANAM SAYURAN DI DESA JAMBUGEULIS KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/247 <p>Kondisi lingkungan saat ini banyak yang rusak dan tercemar, demikian pula kondisi tanah sebagai media tanam tanaman budidaya.&nbsp; Tanah pertanian banyak mengalami kerusakan baik secara fisik kimia maupun biologi sehingga mengurangi kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan tanaman sehingga produksi tanaman semakin menurun dan sangat tergantung dengan pupuk kimia unutuk meningkatkan produksinya.&nbsp; Penelitian yang dilakukan di Laboraturium silvikultur fakultas kehutanan universitas Kuningan berupaya memproduksi pupuk hayati berupa Fungi mikoriza artbuskula berasal dari Taman Nasional Gunung Ceremai untuk dikembangkan menjadi pupuk hayati.&nbsp; oleh sebab itu perlu adanya pengenalan dan penyebarluasan kepada masyarakat tentang&nbsp; fungsi dan bentuk pupuk hayati secara umum, walaupun pada prakteknya mikoriza yang digunakan sementara adalah mikoriza yang dijual oleh lembaga penelitian lain. Dengan pengenalan ini diharapkan peningkatan kesadartahuan masyarakat tentang pentingnya penggunaan pupuk hayati ini untuk menggantikan peran pupuk kimia. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK yang berjalan beriringan dan mendukung program pemerintah Kabupaten Kuningan untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk dibudidayakan sayur-mayur sebagai bentuk upaya ketahanan pangan keluarga. kegiaatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, praktek pembuatan media tanaman dan cara penggunaan pupuk hayati secara langsung.</p> Ika Karyaningsih Nurdin Dede Kosasih Fika Fauziah , Dwi Rizki P Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 195 199 10.31970/abditani.v6i2.247 PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN SAPI http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/252 <p>Pemberdayaan kelompok tani dengan sasaran Kelompok Tani Cemerlang Desa Panca Mulya, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang melalui skema Bina Desa dengan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani Cemerlang yang berada di Desa Panca Mulya, kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin antara lain masih rendahnya ketrampilan petani dalam membuat pupuk organik cair denga bahan baku kotoran sapi serta terjadinya kelangkaan pupuk anorganik. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan kelompok tani tersebut yaitu dengan kegiatan pelatihan pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Pupuk organik cair memanfaatkan sumber daya alam sekitar karena bahan baku yang digunakan relatif banyak di desa tersebut. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan kelompok tani ini, anggota kelompok tani Cemerlang&nbsp; Desa Panca Mulya menjadi lebih terampil dan mampu membuat pupuk organik cair.</p> Erni Hawayanti Ahmad Sofian Rosmiah Iin Siti Aminah Nurbaiti Amir Yopie Molyohadi Innike Abdillah Fahmi Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 200 203 10.31970/abditani.v6i2.252 PENDAMPINGAN UMKM SAMBAL KEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN EKONOMI KREATIF PADA MEDIA SOSIAL http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/279 <p>Kreativitas adalah sebuah kemampuan untuk mengembangkan ide dan konsep baru. Setiap bisnis maupaun usaha memerluka sebuah kretivitas dalam pelaksanannya. Inovasi dan kreasi terus di kembangkan agar bisnis yang dijalani tidak tertinggal zaman. Terlebih lagi dengan adanya perkembangan pada media sosial yang semakin pesat. Ini menyebabkan perputaran trend hingga menyebabkan banyaknya pilihan yang menjadi alasan utama mengapa ide kreatif dibutuhkan. Dengan menganalisa perubahan kebiasaan inilah, para UMKM harus siap mendekati target pasar mereka melalui media-media baru tersebut. Dengan membantu para UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis pada media sosial seperti melakukan beberapa pendampingan dasar mengenai pemasaran produk melalui sosial media instagram dan perbaikan pengemasan produk yang sesuai dengan standar pengiriman menjadi tujuan utama dari diadakannya penelitian ini. Metode yang digunakan penulis dalam melaksanakan kegiatan, terdiri dari tiga rangkaian yaitu analisis, proses, dan hasil. Secara keseluruhan, pengabdian yang dilakukan penulis kepada salah satu UMKM dengan produk sambal botol bernama Sambeland yang berada di Desa Pepe, Sedati, Sidoarjo bernama Sambeland berjalan dengan baik. Hasil yang didapatkan dari pengabdian adalah peningkatan brand awareness dari Sambeland melalui pembuatan instagram dan melakukan foto produk yang lebih menarik konsumen. juga pengemasan produk yang lebih aman untuk pengiriman jarak jauh.</p> Caliesta Tiara Z Ainur Rochmaniah Poppy Febriana Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 204 209 10.31970/abditani.v6i2.279 PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA RAHABITE http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/297 <p>Desa Rahabite yang terletak di Kabupaten Kolaka merupakan wilayah prioritas Program Kosabangsa tahun 2023. Permasalah utama petani yakni langkah dan mahalnya pupuk anorganik serta minimnya pengetahuan petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rahabite dengan mitra sasaran yaitu anggota Kelompok Tani Mekar Jaya. Metode Pelaksanaan yaitu Penyuluhan pupuk organik, Praktik pelatihan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Hasil Pengabdian Masyarakat ini yaitu para petani mampu mengetahui dan melakukan seluruh tahapan pembuatan pupuk organik meliputi Persiapan alat dan bahan, Penyusunan bahan secara berlapis, Pencampuran, Fermentasi dan Finalisasi Produk.</p> Hasbiadi Musadia Afa Isra Djabbar Andi Khaeruni Sri Wahyuni Ali Bain La Mpia La Ode Muhsafaat Fitrah Adelina Campina Illa Prihantini Juniaty Arruan Bulawan Widya Komalasari Agung Gema Ramadhan Ernawati Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 210 214 10.31970/abditani.v6i2.297 PENGGUNAAN LIMBAH AIR PERASAN JERUK KUNCI MENJADI SABUN CUCI PIRING http://abditani.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/abditani/article/view/298 <p>Tujuan PKM ini untuk mengetahui tentang Penggunaan Limbah Air Perasan Jeruk Kunci Menjadi Sabun Cuci Piring. Model PKM yang digunakan dalam bentuk eksperimen, dilakukan melalui proses pemberian <em>treatment</em> tertentu terhadap subjek pengabdian yang kemudian diamati dampaknya. Selain itu perlakuan terhadap subjek penelitian guna membangkitkan sesuatu kejadian atau keadaan yang akan diteliti dan dampaknya.</p> <p>Hasil eksperimen menunjukkan, pemanfaatan limbah air perasan jeruk kunci menjadi sabun cuci piring sangat efektif, ekonomis dan ramah lingkungan. Produk ini terbuat dari bahan yang aman untuk digunakan sebagai sabun cuci piring. Selain itu keunggulan dari produk ini adalah hasil cuci piring dan perabotan rumah tangga lainnya lebih bersih dan keset sehingga tidak mudah terjatuh saat habis dicuci.</p> <p>Brand hasil inovasi mahasiswa tentang pemanfaatan limbah perasan jeruk kunci menjadi bahan untuk mencuci piring adalah “Sabun Jeruk Kunci” atau SAJUCI. Sabun cuci piring hasil inovasi bersama dengan mahasiswa diharapkan dapat mengurangi limbah perasan jeruk bagi petani setempat. Penggunaan limbah tersebut memberikan pengetahuan bagi masyarakat lokal tentang penggunaan sumber daya alam ramah lingkungan. Sabun cuci piring ini memiliki kandungan zat asam yang bisa mengangkat noda di piring dan alat perabotan dapur lainnya. Oleh karena itu, sabun SAJUCI sangat baik dan bermanfaat bagi keluarga yang sering memasak dan mengandung banyak lemak.</p> <p> </p> Icuk Muhammad Sakir Wahidin Agustin Rozalena Desinta Copyright (c) 2023 Jurnal Abditani 2023-10-31 2023-10-31 6 2 215 220 10.31970/abditani.v6i2.298