PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT

  • Usman Made Universitas Tadulako
  • Madinawati Madinawati Universitas Tadulako
Keywords: lahan pekarangan, budidaya sayuran organik

Abstract

Wilayah Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala merupakan satu-satunya dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala yang tidak memiliki lahan sawah, karena daerah tersebut merupakan wilayah pesisir Teluk Palu dan Laut Sulawesi. Sebagai daerah pesisir, masyarakat umumnya berkerja sebagai nelayan tangkap. Kehidupan nelayan tersebut sangat bergantung pada cuaca dan iklim. Bila cuaca dianggap baik, nelayan tersebut turun ke laut untuk menangkap ikan, sebaliknya bila cuaca dianggap kurang baik maka nelayan tidak melaut dan hal ini juga terjadi di hampir semua daerah pesisir di Sulawesi Tengah. Akibatnya kondisi kehidupan masyarakat di wilayah pesisir tersebut masih sangat memprihatinkan, karena hasil tangkapan ikan sangat tergantung pada alam. Untuk meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat nelayan dapat dilakukan dengan mengolah lahan pekarangan menjadi produktif. Hampir semua rumah tangga nelayan memiliki lahan pekarangan tetapi belum diusahakan karena tidak memiliki ketrampilan. Dengan melakukan budidaya sayuran organik di lahan pekarangan akan membantu masyarakat dalam menyediakan pangan yang sehat dan bergizi serta mendukung ketahanan pangan masyarakat. Program KKN-PPM ini bertujuan untuk membantu masyarakat sasaran dalam mengembangkan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran organik untuk pemenuhan pangan dan gizi serta pendapatan nelayan. Program KKN-PPM melatih dan mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal khususnya dalam mengelola lahan pekarangan secara intensif. Untuk dapat mencapai tujuan dari program KKN-PPM tersebut, dilakukan pemberdayaan masyarakat bagi kelompok sasaran dengan kegiatan meliputi: (a) sosialisasi program KKN-PPM kepada pemerintah daerah dan masyarakat kelompok sasaran, (b) penyuluhan tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan secara intensif untuk budidaya sayuran organik (c), pelatihan teknik budidaya sayuran secara organik serta (d) pendampingan pengelolaan lahan pekarangan secara intensif dengan melibatkan sumber daya keluarga bersama kelompok masyarakat sasaran secara partisipatif. Hasil pelaksanaan program KKN- PPM di Kecamatan Banawa telah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pembuatan pupuk organik dan pengembangan RPL yang menjadi program kerja utama mahasiswa. Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program kerja mahasiswa dapat dikatakan tergolong cukup karena pada setiap acara kegiatan selalu dihadiri oleh masyarakat di kedua desa yang menjadi lokasi KKN-PPM

References

Anonim. 2007. Teknik dan budidaya tanaman padi System of Rice Intensification (SRI). Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna. Sampoerna Untuk Indonesia Pasuruan Jawa Timur.
Diah Setyorini, 2010. Pengelolaan lahan untuk Budidaya Organik. http://www.blogspot.com.
Hubeis, A.V.S., 1996. Mendinamisasikan Partisipasi Kelompok Tani Nelayan. Dalam Revitalisasi Penyuluhan Pertanian. Majalah Penyuluhan Pertanian Ekstensia Vol.4. Tahun III: 41-52.
Husnain, 2009. Pertanian Organik. http://www.blogspot.com.
Kartasapoetra, A.G., 2006. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Penerbit PT Bina Aksara. Jakarta.
Mardikanto, T., dan Sri Sutarni, 2002. Petunjuk Penyuluhan Pertanian (Teori dan Praktek). Usaha Nasional. Surabaya.
SKB Mendagri dan Mentan No. 54. 10 April 1996. Majalah Penyuluhan Pertanian Ekstensia Vol. 4 Tahun III: 53-67.
Sukardiyono, L., 2000. Penyuluhan: Petunjuk bagi Penyuluh Pertanian. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Published
2019-10-30
Section
Articles