PENGEMBANGAN DESA MITRA DI DESA BAKUBAKULU KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI

  • Abdul Hapid Tadulako University
  • Wardah Wardah Universitas Tadulako
  • Sudirman Dg Massiri Universitas Tadulako
  • Hamka Hamka Universitas Tadulako
Keywords: agroforestri, pemberdayaan, peningkatan pendapatan

Abstract

Desa Bakubakulu merupakan salah satu desayang ada di daerah peyangga Taman Nasional Lore Lindu dan berpotensi untuk dikembangkan dibidang agroforestri dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Desa ini juga merupakan lokasi pelaksanaan praktek lapangan mahasiswa Fakultas kehutanan Universitas Tadulako. Sehingga sangat besar peluangnya untuk dikembangkan menjadi Desa Mitra Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako. Potensi lahan agroforestry berbasis kakao dan hasil hutan bukan kayu yang tinggi. Namun saat ini hasil produksi kakao yang menjadi sumber pendapatan pokok masyarakat mulai menurun. Hal ini dikarenakan pertumbuhan tanaman kakao yang kurang baik, biji buah yang dihasilkan berukuran kecil, tanaman dan buah kakao mudah terserang hama dan penyakit.Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian ini adalah Meningkatkan produktivitas lahan agroforestry berbasisi kakao di Desa Bakubakulu sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan persepsi masyarakat dalam menjaga keutuhan fungsi kawasan Taman Nasiona Lore Lindu. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan target adalah Bentuk IPTEKS pendidikan seperti penyuluhan, pelatihan yang dilanjutkan dengan penerapan teknologi dan pendampingan.Hasil Pengabdian menunjukkan kelompok tani mitra sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan dapat memahami fungsi Taman Nasional Lore Lindu sehingga perlu ikut menjaga kelesteriannya. Melalui kegiatan pelatihan pemeliharaan kakao yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat meningkat hasil panen kakao sehingga terjadinya peningkatan pendapatan

References

Baihaqi A, A.H. Hamid, A. Anhar, Y. Abubakar, Anwar, Y. Zazumur. 2015. Penerapan Teknik Budidaya Serta Hubungan Antara Pemangkasan dan Peningkatan Kesuburan Tanah Terhadap Produktifitas kakao di Kabupaten Pidie. Agrisep.
Fakultas Kehutanan UNTAD, 2015. Laporan Hasil Praktek Mata Kuliah Agroforestri. Prodi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Palu.
Hairiah, K., M.A Sardjono, sabarnurdin. 2003. Bahan Ajaran Agroforestry 1. Pengantar Agroforestry. Word Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor.
Hubeis, A.V.S., 1996. Mendinamisasikan Partisipasi Kelompok Tani Nelayan. dalam Revitalisasi Penyuluhan Pertanian. Majalah Penyuluhan Pertanian Ekstensia Vol. 4 Tahun III: 41-52.
Khalik. I., Kusmana. C. dan S. Basuni. 2011. Analisis Kelembagaan Pengelolaan Daerah Peyangga Taman Nasional Kerinci Seblat. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. IPB Bogor.
Nair, P.K.R. 1993. An Introduction to Agroforestry. Kluwer Academic Pugusher in Cooperation with International Center for Research in Agroforestry. Bogor.
Pitopang, R. 2012. Struktur dan Komposisi Vegetasi pada 3 Zona Elevasi yang Berbeda di Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. Jurnal Natural Science. Vol. 1.(1) 85-105. Desember 2012. Jurusan Biologi FMIPA UNTAD, Palu
Published
2018-12-15
Section
Articles