PENINGKATAN KUALITAS BIBIT KAKAO MELALUI KEGIATAN SAMBUNG PUCUK DI DESA BAKUBAKULU KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI

  • Abdul Hapid Tadulako University
  • Wardah Wardah Universitas Tadulako
  • Sudirman Dg. Masiri Universitas Tadulako
  • Hamka Hamka Universitas Tadulako
  • Zulkaidhah Zulkaidhah Universitas Tadulako
Keywords: Desa Bakubakulu, Sambung Pucuk, Bibit Kakao, PPDM

Abstract

Desa Bakubakulu merupakan salah satu desa sentra penghasil kakao yang ada di Sulawesi Tengah dan merupakan sumber pendapatan pokok bagi masyarakatnya. Namun saat ini hasil produksi kakao yang mulai menurun dikarenakan pertumbuhan tanaman kakao yang kurang baik, biji buah yang dihasilkan berukuran kecil, tanaman dan buah kakao mudah terserang hama dan penyakit. Untuk menghindari masalah tersebut, maka perlu penanganan secara serius melalui kegiatan pembibitan tanaman kakao yang baik. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas bibit tanaman kakao yaitu dilakukan melalui pengkajian teknologi inovasi baru yang terarah dan berkelanjutan, yaitu perbanyakan bibit secara vegetative melalui metode sambung pucuk. Kegiatan pembibitan kakao dan sambung pucuk pada bibit kakao dilakukan di persemaian tanaman kehutanan (Persemaian kerjasama antara Untad dengan Kemenristek Dikti melalui Program pengabdian skim PPDM) di Desa bakubakulu Kecamatan palolo Kabupaten Sigi. Dalam pelaksanaan kegiatan ini,  metode yang digunakan yaitu metode sambung pucuk. Bibit kakao yang digunakan dalam kegiatan sambung pucuk sebagai batang bawah adalah bibit yang dibibitkan langsung di persemaian, sementara sumber entres diperoleh dari pertanaman kakao masyarakat di Desa Bakubakulu dari tanaman kakao jenis Klon 45. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdianini adalah tersedianya bibit tanaman kakao yang dibibitkan langsung di persemaian. Tersedianya bibit tanaman kakao hasil sambung pucuk.Dari rangkaian kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa Kualitas bibit kakao hasil sambung pucuk sangat ditentukan oleh kualitas batang bawah dan entres yang digunakan serta keberhasilan sambung pucuk dipengaruhi oleh faktor cuaca, waktu pelaksanaan dan teknik pelaksanaannya. Rangkaian kegiatan memberikan kontribusi besar baik terhadap institusi maupun bagi Masyarakat.

References

Ariani SB, Sembiring DSPS and Sihaloho NK (2018) Keberhasilan Pertautan Sambung Pucuk pada Kakao (Theobroma cacao L) dengan Waktu Penyambungan dan Panjang Entres Berbeda. Jurnal Agroteknosains1.
Hapid, A., Wardah, W., Massiri, S. D., &Hamka, H. 2018. Pengembangan Desa Mitra di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Abditani, 1, 35-42.
Hapid, A., &Zulkaidhah, Z. Keanekaragaman Jenis Rayap Pada Lahan Agroforestri Dan Kebun Kemiri Di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Biocelebes, 13(2).
Irmasari, I., Edy, N., & Ramli, R. 2018. Pengelolaan Hutan Rakyat Berbasis Agroforestri Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Di Sekitar Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(10), 89-100.
Larekeng Y, Samudin S and Barus H (2005) Kajian Berbagai Lama Penyimpanan Entres Terhadap Hasil Sambung SampingKakao (Theobroma Cacao L.) Klon Sulawesi.
Mertade N and Basri Z (2011) Pengaruh diameter pangkal tangkai daun pada entres terhadap pertumbuhan tunas kakao. Media Litbang Sulteng4.
Pesireron, M. 2010. Pengkajian Perbanyak Tanaman Kakao Secara Vegetatif (Okulasi Mata Enters dan Sambung Pucuk). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku. Ambon
Siombo, M. R. 2011. Kearifan Lokal dalam Perspektif Hukum Lingkungan. IusQuiaIustum Law Journal, 18(3), 428-443.
Published
2019-10-30
Section
Articles