IBW PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN TERPADU DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN DESA DI KECAMATAN SINIU KABUPATEN PARIGI MOUTONG

  • Hasriyanty Hasriyanty Universitas Tadulako
  • Tarsono Tarsono Universitas Tadulako
  • Anthon Monde Universitas Tadulako
  • Rosnawati Rosnawati Universitas Muhammadiyah Palu
Keywords: pemberdayaan, demplot pakan ternak, pestisida biologi, pupuk organik

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong ini bertujuan untuk:  mendorong masyarakat dalam memanfaatkan potensi SDA yang dimiliki secara baik dan arif untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui pengembangan usaha sitem pertanian terpadu tanaman dan ternak. Ternak yang selama ini dibiarkan berkeliaran bebas dijalanan  dibuatkan kandang ternak. Pengandangan ini memungkinkan untuk mengumpulkan kotoran ternak yang akan diolah menjadi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan pupuk tanaman. Sebaliknya, limbah pertanian dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain itu, pakan ternak juga disiapkan melalui penanaman hijauan pakan. Untuk itu telah dilakukan penyuluhan bidang pertanian dan peternakan, praktek pembuatan pupuk organik dan pestisida biologi serta penanaman hijauan pakan ternak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Silanga dan Desa Marantale Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong sebagai desa binaan. Pembuatan demplot hijauan pakan ternak dilaksanakan pada areal kosong atau dibawah tegakan pohon kelapa. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa dan pemerintah kabupaten Parigi Moutong.

References

BPS [Badan Pusat Statistik], 2015. Kecamatan Siniu Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Parigi Moutong. Publikasi online.
Choudhary Anjali, A. R. (2012). Biopesticidal Formulation Of Beauveria Bassiana Effective Against Larvae Of Helicoverpa Armigera. Journal of Biofertilizers & Biopesticides, 3(3).
Deciyanto, & Indrayani, I. G. A. A. (2008). Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana : Potensi dan Prospeknya dalam Pengendalian Hama Tungau. BpttsPersepektif, 8(2), 65–73.
Ilham, N. (1995). Strategi Pengembangan Ternak Ruminansia Di Indonesia: Ditinjau dari Potensi Sumberdata Pakan dan Lahan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 13 No.2(2), 33–43.
Indrayani, I., Soetopo, D., & Hartono, J. (2013). Efektivitas Formula Jamur Beauveria Bassiana Dalam Pengendalian Penggerek Buah Kapas (Helicoverpa armigera) Effectivity of Beauveria bassiana Formula Against Cotton Bollworm ( Helicoverpa armigera). Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 19(4), 178–185.
Keswani, C., Singh, S. P., & Singh, H. B. (2013). Beauveria bassiana: Status, Mode of action, Applications and Safety issues. Biotech Today, 3(1), 16.
Pinnamaneni, R., & Potineni, K. (2010). Mechanisms involved in the entomopathogenesis of Beauveria bassiana. Asian Journal of Environmental Science, 5(1), 65–74.
Pratibha Sharma. (2011). Biocontrol genes from Trichoderma species: A review. African Journal of Biotechnology, 10(86), 19898–19907. https://doi.org/10.5897/AJBX11.041
Putri, M. H. O. (2015). Jamur entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo, 1912) sebagai agen pengendali nyamuk Aedes aegypti (Linnaeus, 1762), 1(September), 1472–1477. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010636
Published
2018-12-15
Section
Articles